Selasa, 08 Januari 2013

Pentingnya Catatan

Nyatet, penting ato gak penting

                     Bicara catatan, kita mungkin sering mengabaikan catatan kecil sebagai pengingat. sering kita alami, ketika ujian. kawan - kawan yang lain sedang sibuk dengan catatan yang mereka buat berkala, dari pertemuan demi pertemuan. kebayangkan! yang g' punya catetan, mereka mau sibuk ngapain, sementara yang lain sedang diskusi membahas soal, mereka yang g' punya mau bahas apa. jadi kelihatan rugi sendiri, dan nyesal, kenapa g' nyatet materi - materi yang kemaren. apalagi, dari temuan di lapangan. saya ketemu ama temen, yang udah IT banget, selama materi ternyata bikin note di laptop, so pas ujian! tinggal lihat notes aja, keren banget g' tuch!
                   amatan dilapangan juga menunjukkan, sebagian orang yang  mencatat, tampilannya lebih rapi, cerdas, dan juga edukatif. mereka sangat memperhatikan detail, disiplin dan juga cenderung menjadi tipe orang yang intelek. begitu banyak karakter khas yang kemudian hadir, hanya gara - gara notes, catatan - catatan kecil, dan hobi mencatat hal - hak yang penting. jadi ! kalo kita flashback, ternyata ada gunanya, dulu pas sekolah dasar dan menengah, guru nyuruh kita catat ini, catat itu kemudian diperiksa, dan itu memang ada efeknya sampai sekarang. akan menjadi penting sekali catatan - catatan yang dulu kita buat, kalo kita menghadapi ujian, tes, atau ulangan (bagian paling cetek,!). 
                  Bagaimana kemudian dengan orang yang g' pernah nyatet, malas nyatet. sekalipun mereka punya daya tangkap yang bagus, tapi seberapa lama hal itu akan bertahan. daya ingat tentang hal yang diajarkan oleh guru bakal digeser perlahan - perlahan oleh kejadian - kejadian terkini yang ia alami, pasca materi. karena tak selamanya kita bisa andalkan hal seperti ini.! kita butuh catatan ringan, yang akan mengingatkan kita saat lupa, blank, atau hal lainnya. kawan bisa rasakan, saat lupa! kemudian melihat catatan, maka otomatis lupa akan terjawab dengan sendiri. seandainya g' punya catatan, maka apa yang diperoleh, otomatis blank. . .
               kebiasaan mencatat juga membantu kita untuk lebih mengerti, dan lebih paham dengan apa yang kita tulis. namun apa yang terjadi saat ini! segala materi , segala hal tentang pembelajaran tinggal dicopy, tinggal kirim lewat mail. memang sangat membantu! tapi akan lebih membantu lagi kita membuat catatan kecil, yang menjadi pengingat. 
              So, sekarang kembali lagi ke personal kita, apa kita akan mulai untuk mencatat hal - hal penting, atau malah menumpulkan kebiasaan ini. tambahan lain adalah mereka yang suka catat ini, dan catat itu lebih rajin nulis, brart tulisannya lebih rapi. (khusus buat sekretaris nich! teknik jitu kalo mau jadi sekretaris yang handal. buat bos - bos, bisa dichek tulisan sekretarisnya. dan putusin sendiri! apakah mereka tipe yang handal atau malah modal tampang saja)


Senin, 07 Januari 2013

Karakter Film Indonesia

Film, cerpen, dan novel
semua adalah cerita

                  2013, film indonesia makin asik dan makin kuat karakternya, makin dewasa dan semakin mencirikan ke-indonesiaan. ini adalah prestasi yang perlu dibanggain, dipertahanin buat kedepan. kita udah liat di bioskop film paling anyar dengan genre baru, bukan yang sebelum - sebelumnya ( tu lho yang kombinasiin horor ama apalah namanya, yang disukai mata jelalatan pria - pria). kita udah liat 5cm, Ainun habiebie, kemudian sebelumnya trilogi merah putih, sebelumnya lagi the raid redemption. bahkan ada yang sudah mewakili indonesia untuk gelaran film internasional. dan ini prospek yang bagus, sekaligus signal bahwa kita perlu mengurangi intensitas film horor, kalo horor melulu bisa bosen dan pada parno, mending yang sekarang, film tentang perjuangan, persahabatan, roman kelas dunia, kesetiaan dan lain sebagainya.

                Film - film ini ga' lahir, jleb! begitu aja. inspirasi datang dari novel, dari cerpen atau dari produksi penulis cerita yang mengerti dengan apa yang dibutuhkan oleh indonesia. namun, penulis - penulis ini sangat sulit dijumpai (saking langkanya) dan juga mereka bergerak sendiri - sendiri, persis sama kayak zaman sebelum kebangkitan nasional. kita butuh gerakan bersama dari penulis - penulis yang handal dengan cerita mereka yang sangat menyorot, betapa ada banyak cerita terbaik di indonesia yang layak dibagi untuk dunia.
                Jadi mulai dari sekarang, budayakan bercerita, budayakan menulis yang baik - baik, kemudian alih visualisasi menjadi foto, video, film pendek, bahkan sampai film yang sebenernya. yang bakal dinikmatin oleh semua masyarakat indonesia. ntar bakal ada lagi tu, layar tancap di desa - desa, bakal ada yang njual makanan, ada kegiatan nonton bareng, silaturahmi, dan happy - happy konvensional asli indonesia. (keren g' tuch !!). namun untuk itu semua kita tetap butuh bahan cerita, kita harus mulai kembali berdongeng untuk anak - anak sebelum tidur, seringkali memancing minat menulis, mengarang anak - anak sekolah dasar, mengarahkan berbahasa indonesia yang baik di sekolah menengah pertama, dan menyalurkan dan juga mengembangkan  bakat dan potensi calon penulis - penulis muda indonesia di masa SMA. 
               Bukan khayalan dari kegiatan bercerita dan menulis maka akan bejibun kebaikan, sikap positif, gerakan semangat yang akan hidup dan terus berkembang pada jiwa - jiwa mereka. ada kebanggaan menjadi indonesia muda, garuda muda, yang akan semakin menguatkan karakter indonesia di mata dunia. sepele memang kelihatannya, namun adalah kewajiban kita untuk mewujudkannya. karna kalau bukan kita, jangan sampa malaysia melakukannya (lagi) *Upsss ... hahahaha . . . 
               percaya g' percaya, semua yang besar dimulai dari hal yang kecil dan sederhana, tergantung bagaimana kita mempercayai dan menjalankannya..


Minggu, 06 Januari 2013

Bangun Pagi

Bangun Pagi 

                 Apa yang anda bayangkan tentang bangun pagi? Berat, Dingin, dan banyak lainnya. kita bisa lihat berapa anak muda yang suka bangun pagi. ya ! paling cuma hitungan jari saja. saking parahnya, ada pemuda yang tidak pernah bangun pagi dalam 6 bulan terakhir, kenapa bisa seperti itu? padahal jika kita bangun pagi maka otomatis kita lebih dahulu mencuri start, mencuri langkah dari manusia - manusia yang lain. kita bisa menghirup udara pagi yang bersih, melakukan aktivitas pagi, jogging, senam kemudian mandi, sholat dan kemudian ditutup dengan sarapan bersama secangkir teh. Asyik g' tuch?
                Namun, seperti dibutakan oleh lingkungan, banyak orang yang salah kaprah! mereka begadang semalaman, kemudian saat matahari mulai terbit, mereka langsung bergerak menuju tempat tidur masing -  masing. padahal ada banyak resiko yang akan mereka hadapi, masalah kesehatan, kebugaran badan, pertumbuhan, dan juga sosial. bayangkan saja berapa banyak kegiatan yang bisa kita lakukan disaat yang lain tertidur pulas, seperti membaca, mengurus tugas, mengurus pekerjaan yang kita tinggalkan semalam di meja kerja, membuat sarapan untuk kejutan isteri, dan hal menarik lainnya. 
                Jangan sampai kebiasaan yang merugikan ini, kebiasaan yang buruk ini terulang saat kita menjadi pekerja, yang menuntut kebugaran fisik dan mental, disiplin dan  profesional, bersemangat dan bertanggung jawab. bisa dibayangkan alasan mengapa kita jauh tertinggal ketimbang tetangga, karena tetangga jam 6 sudah sarapan, nah kita ! jam 6 baru akan berkencan dengan selimut.Bayangkan kemudian tetangga ada niat jahat dengan memanfaatkan kebiasaan buruk kita, ? pas kita mau tidur, dan terlelap tetangga dengan leluasa mengechek list kekayaan kita dan kemudian memindahkan secara perlahan ke brankas miliknya. Hahaha . . . bisa repot kan ? mulai dari sekarang pikirin bangun pagi, dan pikirin tetangga !!!

Sabtu, 05 Januari 2013

Es Jeruk



                      Ketika mengunyah sesuatu untuk mengganjal perut, tak lengkap rasanya jika tidak ada segelas minuman favorit. minuman favorit. Minuman wajib dan selalu hadir menemani sepiring makanan. semua orang beragam ada yang suka es, hangat dan juga panas. awal menginjakkan kaki di bumi Yogyakarta, pertama kali mencicipi makanan, ada Es Jeruk yang menemani makanan saya. setelah dicoba rasanya, Mantap, segar, dan cocok sekali kalau diminum siang hari. lain pesona makanan, begitu juga minuman. Es jeruk menjadi minuman favorit yang selalu nangkring di setiap saat  makan. Saat makan nasi padang, penyetan, burjo atau apapun. minumannya tetap Es jeruk nan manis, segar. rasanya tiada tertandingi, tiada tersaingi dengan minuman berperasa lainnyaa. paling yang bisa menyaingi cuma Air Putih, karena air putih itu, tidak berperasa, menyehatkan dan lebih membuat kita lebih fit.
                    Es jeruk juga memberikan efek kesehatan, mencukupi kebutuhan vitamin C, melancarkan pencernaan, dan tidak memberikan efek negatif seperti minuman berperasa, minuman bersoda, dan minuman modern lainnya. satu hal yang menarik lainnya adalah Es jeruk cuma nikmat dicicipi pakai gelas ukuran sedang dan sedotan. Buat saya  pribadi, kalau es jeruk berubah menjadi minuman kaleng maka mungkin akan berpikir dua kali untuk menikmatinya. 
                  Kalau ada waktu luang, saya rekomendasikan untuk mencoba es jeruk saat cuaca terik ditemani gorengan atau nasi prasmanan dan dinikmati bersama sahabat. pasti, dijamin bakal ketagihan dan rasanya nyaman, akrab dan asik sekali. penasaran ! coba dulu, baru penasarannya akan terobati. ingat !! apapun makanannya, minumnya teh botol sosro, Hahahaha ..... itu kata sosro. buat saya apapun makanannya, minumnya selalu Es jeruk pake gelas, sama sedotan dan dinikmati bersama kawan - kawan.

Jumat, 04 Januari 2013

Ujian kehidupan

            kemana pun kita pergi, tidak akan bisa terlepas dari ujian. bahkan sampai berlindung dibalik selimut sekalipun ujian akan datang bertamu, jadi jangan mimpi untuk menghindari ujian. bisa jadi ujian akan selalu datang, dan datang untuk membuat kita berpikir menyelesaikannya. 
            sejatinya kita hidup untuk menghadapi dan menyelesaikan hal - hal yang sedang menguji kualitas hidup kita.hanya ada dua hal : saat kita berhasil menyelesaikannya, maka kualitas hidup kita akan bertambah, namun adalah sebaliknya ketika kita gagal mengeksekusi dengan sempurna, maka bukan tambahan yang akan kita dapat, melainkan masalah baru yang berakar sama dari masalah yang sebelumnya. hal yang mungkin menguji kita bisa datang dari mana saja dan dalam wujud apapun. banyak orang yang kurang pandai menyikapi ujian, mereka cemas, terburu - buru bahkan nyaris frustasi dengan ujian. 
            kecakapan yang perlu dimiliki adalah kemampuan untuk melihat sekitar, dan kesabaran yang konstan dan yang tak kalah pentingnya adalah menggunakan potensi sekitar untuk menyelesaikan masalah. jika kita punya kecakapan diatas maka, tak ada lagi yang akan salah dalam menyikapi ujian. bahkan manusia dengan kecakapan dalam menyelesaikan ujian akan tersenyum ketika ujian itu datang. apa yang harus kita lakukan ketika gagal dalam menghadapai ujian?. hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah membuka pikiran seluas - luasnya, bertanya dan meminta pendapat kepada lingkungan. lingkungan sosial dan juga lingkungan geografi. karena hanya dengan membuka pikiran kita akan mendapatkan inspirasi, pencerahan, dan juga detail kecil yang membuat kita sadar bahwa >> Ujian ini tidak lebih sulit dari sebelum - sebelumya. 
           dengan melakukan hal yang ringan seperti itu, makan kita akan punya percaya diri yang cukup dalam menyelesaikan ujian yang sedang kita hadapi. Namun, saat ini kehidupan terlihat semakin kompleks saja, semua berakumulasi dan kebanyakan datang disaat yang bersamaan. sehingga kita butuh kesabaran yang ekstra, untuk hal semacam ini. ada patokan sikap ketika kita menghadapi apapun jenis ujian, variasinya dan tingkat kesusahan dan kompleksitas. jangan pernah terjebak dalam pikiran yang sempit, dan putus asa. jika kita tetap dalam patokan itu maka kita akan enjoy, tenang, dan bersikap pasti dalam menyikapi ujian - ujian kehidupan.
         Paling tidak, kita tidak akan terkejut dengan datangnya ujian. jadi sekarang mulailah ubah persepsi kita tentang ujian, ujian sekolah, ujian tengah semester, ujian akhir dan ujian - ujian lainnya. percaya atau tidak ujian akan selalu mengisi setiap kekosongan waktu yang dimiliki oleh manusia, sebagai pemeran kehidupan. 

Kamis, 03 Januari 2013


PERAN PEMUDA ISLAM
               Kemajuan sebuah peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh generasi muda  yang menjadi pewarna, penikmat dan pelestari jalannya kehidupan. Peradaban yang maju adalah peradaban yang memilki perpaduan dan juga keseimbangan yang harmoni antara unsur – unsur yang membangun satu dan lainnya. (spiritual, social, ekonomi, dan lain sebagainya). Sejarah telah mencatat, peradaban yang dibangun oleh Rasulullah, Khulafaru Rasyidin, dan keturunan monarki setelah mereka. Semuanya menunjukkan betapa dahsyat kehidupan yang mereka ciptakan : membangun ekonomi, mencipta kondisi sosial yang nyaman, dan membuat lembaga pelestari peradaban mereka, lembaga pengajaran, lembaga hukum, dan sebagainya. Namun, itu sejarah! Sejarah yang  kita pelajari cover dan daftar isinya (saja), dan tidak ada terbesit  eksplorasi sedikitpun tentang mengapa, kenapa, bagaimana dan apa tentang kehidupan itu, sehingga membuat kita miskin sumber dan kering inspirasi untuk mengeksekusi kehidupan yang hedonis, matrealistis, yang ada di depan mata kita. (dan masih banyak aliran lainnya yang bertentangan dengan Spiritual kita)
              Tragis memang jika kita memandang permasalahan ini dengan kaca mata Sense of Faith. Betapa tidak! Apa yang telah dibangun pada masa jaya agama Islam, (ternyata) secara langsung atau tidak seperti dihancurkan oleh peradaban yang dibangun oleh saudara seberang. Segala peninggalan fisik maupun mental mereka benamkan, hancurkan bahkan mereka seolah ingin menghapus semua bukti tentang peradaban Islam yang telah ada jauh sebelum nenek moyang mereka membuat peradaban yang condong kepada kepuasan dunia.  (mungkin terlalu berlebihan  memang, namun satu yang harus kita perhatikan. Sekuat dan sebesar apapun kekuatan mereka untuk menghapus peradaban Islam, mereka tak akan berhasil menghapus setiap cikal – bakal penerus generasi islam, yaitu PEMUDA / PEMUDI yang selalu hidup dan hadir untuk merubah, mengembangkan, dan meluaskan ajaran Islam jauh sebelum mereka menjadi pemuda mereka telah dialiri darah penganut islam yang kuat).subhanallah !!
          Mari kita berbicara kekinian, dengan segala kemudahan dan juga kacanggihan teknologi. Menyebut kemudahan yang selalu memiliki sisi mata pisau. Mudah untuk menyebarkan kebaikan, dan begitu pula sebaliknya. Mudah untuk menanamkan ajaran tentang harmonisasi kehidupan yang adil, saling menghargai, dan tentram. Mudah juga untuk menanamkan bibit kehancuran kepada mereka yang awam, yang jumlahnya adalah paling banyak dari sebutan – sebutan manusia yang lainnya. Sejauh mana kita memandang ini, dan apa yang akan kita lakukan kedepan dengan problema semacam ini!!
            Apa yang kemudian harus kita perankan kepada mereka yang awam tadi adalah : mengawasi dan meluruskan kembali jika ada kemudian kita temukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama kita tapi dengan syarat MENGINGATKAN atau MENGAJAK bukan dengan cara yang tidak diplomatis seperti MENCEGAH DAN BERKATA BAHWA ITU SALAH, dan cara lainnya yang tidak bersahabat, cendrung kepada MENGHAKIMI seenaknya, seakan kita lebih baik saja dari mereka yang sedang kita ajak untuk konsolidasi. Yang harus kita bawahi adalah penyimpangan terhadap ajaran agama sudah menjalar di setiap lini kehidupan, dalam skala yang besar maupun kecil, dan tidak pandang bulu. Dalam serangan yang biasa bahkan bahaya sekalipun. Melalui saluran – saluran kehidupan yang tidak bisa pisahkan dari kehidupan kita. Membayangi orangtua kita, kawan – kawan kita, dan lingkungan kita.
                Menurut saya, sebelum kita berperan kepada masyarakat banyak. Kita harus berperan untuk diri kita sendiri, untuk keluarga, dan lingkungan sekitar dan kemudian untuk masyrakat luas.  *kita butuh gerakan bersama dan berkesinambungan untuk melakukan peran ini. Seperti perkumpulan, komunitas, lembaga pengajaran, lembaga spiritual, dan masih banyak gerakan – gerakan yang akan bernafas sama dan memiliki tujuan yang senada jua. ** jalur pendidikan adalah jalur yang paling ampuh untuk menanamkan ajaran Islam, dan dijalur ini juga kita bisa mengembangkan dan memantapkan aqidah yang dimiliki. Contoh : dengan gerakan bersama kita membentuk sebuah lembaga pengajaran sederhana untuk masyarakat yang berada di teritori islam(dahulunya) kemudian perlahan berubah arah menuju spiritual seberang karena faktor X. Kita gunakan pendekatan persahabatn yang berkebudayaan tentunya. Kita ajarkan anak – anak untuk membaca Al-quran, dan kita selipkan pengajaran dibalik terjemahan Al-quran itu sendiri. Kita ajak yang sebaya dengan kita untuk meramaikan tempat ibadah ketika sholat berjama’ah dan pengajian. Dan kita ajak kaum ibu dan kaum bapak untuk semakin yakin dengan Islam, dan mantap dan tak akan berubah lagi walau sedikitpun.
               Kemudian mari bergerak sesuai genre kehidupan masing – masing! Untuk kawan – kawan yang suka berdiskusi, mari kita ciptakan diskusi islam. Untuk yang suka menulis, mari menulis tentang keindahan islam. Dan begitu juga untuk yang suka dengan Film, Mengajar, Bisnis, dan masih banyak lainnya. Intinya adalah apapun corak pergerakan kita haruslah mengawasi dan mengajak dan mengeluarkan produk religi (dalam bahasa saya) yang bisa mempengaruhi dan memantapkan keyakinan tentang ajaran Islam kepada umat, kepada masyarakat, dan kepada dunia (insya Allah).
                                Jauh sebelum ini, hal serupa telah dilakukan oleh pendahulu (sahabat, mujahid dan dermawan islam zaman Rasulullah dan setelahnya). Kita sudah dengar Khulafur Rasyidin dengan segala kepemimpinan yang mereka peragakan,  Ibnu sina yang bergerak melalui pendidikan dan kesehatan, dan masih banyak lagi. Dan kalau bisa mungkin ada seorang seperti khadijah (istri Rasulullah) yang mengobarkan harta bendanya untuk kemajuan Islam. Namun jika mahluk seperti itu hadir, maka islam pasti akan jaya dan gilang – gemilang seperti dulu.
           Semua ini tidak bisa kita lakukan sendiri, harus kita lakukan bersama – sama, menyeluruh, dan berkesinambungan tentunya. Namun kita harus memerankan diri kita sendiri – sendiri, sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita. Sebagai pemuda yang mendiskusikan problema aqidah, yang menuliskan setiap keindahan Islam, yang berkreasi dalam nada dakwah, berbisnis dengan muamalah dan lain sebagainya. Dan hendaknya akan datang dermawan (zaman sekarang orang lebih gambling menyebut sebagai kapitalis, naudzubillah) yang mewadahi pergerakan ini semua, melancarkan setiap peran yang kita lakukan dengan ikhlas dan mengharap ridho Allah.
Dan satu hal yang tidak boleh kita ingkari adalah “  jangan pernah mengajari setiap kesalahan yang diperbuat oleh saudara – saudara kita, karena boleh jadi, mereka yang kita ajar lebih mulia dari kita sebelumnya. Namun ajak dan pahami mengapa mereka melakukan hal itu, lalu kemudian berikan contoh dengan perbuatan yang baik, sampaikan dengan lisan nan lembut, dan kerjakan dengan hati yang lapang, maka perlahan ajaran Islam akan hadir kembali mengisi batin dan kehidupan lahir mereka yang melakukan kekhilafan, melakukan kesalahan, dan jauh dari petunjuk Alla swt.” Barokallahu fil qur’anil hakim

Luntur

Semua luntur membaur

Sia - sia kalau kita cuma bisa lihat yang lain dibodohi
sia - sia kalau kita cuma bisa menipu kawan serantau 
sia - sia kalau kita sudah pintar bermain kata pada yang lain
kawan ::
jauh sebelum sekarang ini. kita sudah sangat sopan
kita cukup segan dengan lingkungan,
sekarang !! sama atasan saja melawan
jauh sebelum seperti sekarang, kita sudah sangat kaya
kita jaga dan rawat apa yang diberi tuhan
sekarang !! kita tipu yang lain supaya kekayaan itu jadi milik sendiri

Kawan ::
negri ini tak butuh orang - orang yang luntur
luntur jiwa, luntur bahasa, luntur rasa, 
negri ini juga tak butuh mereka yang bisa tapi diam, melongo saja
diam karena dibawah, 
diam karena mereka saudara
diam karena mereka sebangku
tidak! tidak ! tidak !


apa kita cuma bisa nunggu, datangnya kehancuran!
menunggu keajaiban,. menunggu semua lakon mitos
jangan melamun, 
jangan terlalu prihatin
jangan terlalu terpaku

Berdiri, temui, gampar 
hentakkan jiwa mereka
budaya apa ini?
aturan apa yang kalian mainkan ini?
Siapa yang menyuruh kalian seperti ini,.

sadarlah !! sejauh mana kalian akan ditolong oleh laku kalian ini,
kalian tak tahu, di selokan kawanku mencari makan
kalian tak tahu, 
yang kalian tahu cuma :
ya! cuma itu!!

kalian menghina budaya, kalian menghina pusaka, kalian melunturkan budaya, 
kalian melunturkan potret tanah air, kalian seperti penjajah, !!!
harusnya kalian malu,.
akan ada banyak kesialan yang akan datang ke negri ini
akan ada rombongan malapetakan yang akan menjumpai kalian
hancur !!
kami akan do'akan kalian hancur
kami tunggu kalian hancur
dan kami rayakan kehancuran kalian..